Archive Page 2

20
Mar

Sabar, Syukur & Ilmu, dari beranda.blogsome.com

February 21, 2007 9:44 am

Sabar, Syukur dan Ilmu

Bersyukurlah atas segala curahan nikmat Allah yang tak pernah berhenti dan tak pernah bisa dihitung. Tanam dan lipatgandakan kesabaran atas segala ujian dan kesulitan yang kita alami. Saudaraku, Syukur dan sabar, dua senjata paling ampuh dalam mengarungi gelombang hidup. Gelombang hidup yang selalu menguji ketangguhan iman. Gelombang hidup yang tak selalu sama antara harapan dan kenyataan. Syukuri segala karunia, kenikmatan, kemudahan, kesehatan, kelapangan dari Allah Yang Maha Pemberi Rah-mat. Sabar terhadap segala kepahitan, kesulitan, kesempitan, dan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Menurut Rasulullah saw, syukur dan sabarlah yang akan menjadikan keadaan apapun menjadi baik. “Dan dua sikap itu, tidak akan terjadi kecuali pada diri orang yang beriman," ujar Rasulullah saw. Saudaraku, semoga rahmat Allah senantiasa tercurah pada kita semua… Kita semua, punya kesempatan sama. Allah merengkuh semua makhluk-Nya dengan ke Maha Luasan Rahmat-Nya yang tak terbatas. Di hadapan kita semua, juga terbentang alternatif yang sama. Kita, dipersilahkan memilih satu di antara dua jalan. Kitalah yang memilihnya, antara jalan fujur (dosa) atau jalan yang mengarah pada takwa, Tak pernah ada keadaan yang memaksa kita melakukan kesalahan, Tak pernah ada juga kondisi yang memaksa kita melakukan kebaikan, Semuanya berpulang pada diri kita sendiri. Saudaraku, merenunglah sejenak. Mungkin kita tahu, sebuah keadaan yang akan mengarahkan kita pada bahaya. Kita juga mungkin tahu, rambu jalan yang akan mengajak kita pada sebuah kesalahan. Tahu, bahwa seandainya jalan itu yang kita tempuh maka hulunya adalah dosa. Tapi, sekadar tahu, tidak menjadikan seseorang memiliki kualitas amal yang lebih baik. Sekadar tahu memang tak menjadi syarat kebaikan seseorang. Ilmu pengetahuan seseorang tentang kebaikan, tentang kebenaran, tentang agama, tidak selalu menjadikannya pasti mendapatkan hidayah. Ini bukan penghinaan pada ilmu. Karena ilmu pengetahuan, tetap menjadi pilar penting yang menentukan amal seseorang. Tanpa pengetahuan, amal akan sia-sia. Bukan sampai di situ, tanpa ilmu suatu amal bisa memberi mu dharat dan bahaya. Ilmu juga yang menjadikan seseorang lebih mudah menangkap sinyal hidayah. Kemudian membimbing seseorang untuk melakukan kebaikan. Artinya, ilmu pengetahuan memang penting untuk siapapun. Tapi ilmu tidak menjadi jaminan seseorang menjadi shalih. Ilmu pengetahuan tak pernah menjadi taruhan bahwa seseorang akan menjalani kehidupan ini dengan baik dan mendapat kebahagiaan di akhirat. Para ulama kerap menyebut istilah kekeliruan orang orang berilmu itu dengan istilah zallatul ‘alim. Dengarkanlah perkataan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, “Sebuah jaman akan dirusak oleh tiga hal, para pemimpin yang sesat, perdebatan mengenai Al Qur’an dan zallatul ‘alim (terpelesetnya seorang ‘alim).” Karenanya para salafus shalih tetap menekankan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap perkataan seorang ‘alim. Muadz bin Jabal ra juga pernah mengatakan, “Hati-hatilah kalian dengan kekeliruan seorang ‘alim, karena syaitan bisa saja mengatakan kesesatan rnelalui lisan seorang alim. Sementara di sisi lain, bisa saja seorang munafik mengatakan kalimat yang hak. Ambillah yang hak itu dari mana saja datangnya. Karena dalam kebenaran itu terdapat cahaya. (Musafir fi Qithari Da’wah). Saudaraku, Para ahli ilmu, para ulama, tetap saja para manusia yang sama seperti kita. Dan mereka – sebagaimana kita- juga manusia yang tentu memiliki kekurangan dan kesalahan. Bayang-kanlah perkataan seorang tabi’in yang sangat memperhatikan dan meniru dua ulama besar di jamannya, Hasan Al-Bashri dan Ibnu Sirin. Suatu ketika ia berpesan pada anaknya, “Anak-ku, tirulah kebaikan Hasan Al-Bashri dan Ibnu Sirin. Jangan kau tiru keburukannya, Jika engkau mengetahui keburukan yang ada pada diri Hasan Al-Bashri, dan keburukan yang ada pada Ibnu Sirin, niscaya engkau menghimpun semua keburukan." Saudaraku, Kapasitas dan kedudukan ilmu seseorang tak bisa disejajarkan dengan orang awam dalam perilaku dosa dan kesalahan. Dosa yang dilakukan orang yang berilmu, bahkan bisa lebih berbahaya ketimbang orang yang tak memiliki ilmu. Menurut Imam Al Ghazali, "Dosa seorang alim bisa saja kecil tapi bahayanya bisa menjadi besar. Dosa seorang ‘alim tidak terputus sampai ia wafat. Alasannya jelas, karena kesalahan orang yang telah mengetahui kebaikan dan keburukan, akan menjadi inspirasi yang tidak baik bagi orang awam dalam kurun beberapa lama." Karenanya, Imam Al-Ghazali melanjutkan, "Beruntunglah orang yang dosa-dosanya terhenti bersamanya saat ia meninggal dunia." (Muwafaqat, Syatibi, 4/169) Bersyukurlah jika kita termasuk orang yang dikaruniai pengetahuan tentang kebaikan. Bersyukurlah jika kita dibimbing oleh Allah untuk mengenal rambu-rambu kebaikan dan kesalahan. Bersyukurlah jika kita, dengan segala keterbatasan, dimasukkan dalam kelompok orang-orang yang lebih mengenal tuntunan Islam ketimbang orang yang lain. Orang berilmu tak selalu dimiliki dari mereka yang berpredikat ulama. Sedikit maupun banyaknya ilmu yang kita miliki, harus benar-benar mampu mengiringi setiap kita menentukan langkah dalam hidup. Ilmu adalah amanah. Dia juga pelita yang sesungguhnya sangat mampu untuk menerangi jalan mencapai hidayah Allah. Tapi tanpa kesadaran dan kewaspadaan yang cukup, ilmu akan bisa menjerumuskan seseorang pada kedalaman lembah dosa yang lebih jauh daripada orang yang tak memiliki ilmu. Saudaraku, Camkanlah perkataan Sofyan At Tsauri, "Setiap makhluk Allah yang melakukan dosa adalah bodoh. Baik ia berilmu atau tidak berilmu. Jika ia berilmu, siapa yang lebih bodoh darinya? Dan jika ia tidak berilmu maka karena itulah ia berbuat dosa…" Semoga kita termasuk dalam kelompok hamba-hamba Allah yang disabdakan Rasulullah SAW, “Man yuridillahu bihi khairan yufaqihhu fid diin…”Artinya, Barangsiapa yang Allah kehendaki baik, maka akan Allah berikan padanya pemahaman agama." Wallahu’alam

19
Mar

subhanallah….rindunya….!!

Haram_view

haram view from zam zam tower

betapa rindunya hati ini….untuk bisa berada di sana kembali….

19
Mar

Cara Al-Quran Memuliakan Wanita

Cara Al-Quran Memuliakan Wanita

Minggu, 16 April 2006 ( dari www.bmh.or.id )

Gambaran dari dimuliakannya kaum wanita oleh al_qur’an ialah larangan Allah atas kaum wanita yang berkedudukan tinggi dan berketurunan bangsawan serta paras cantik untuk mengolok-olok mereka yang tidak memperoleh nasih serupa. Begitu pula larangan seripa bagi kaum pria terhadap kaum pria.

Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah satu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan janganlah pula wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena boleh jadi wanita yang (diperlolok-olok) lebihbaik dari pada wanita (yang mengolok-olok), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamupanggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang zalim. “ (QS Al Hujurat : 11)

“Janganlah mencela dirimu sendiri” berarti mencela antara sesama orang-orang beriman. Ini dilarang karena mereka seperti satu badan. Anas r.a. Berkata bahwa sebab turunnya (asbabul nuzul) ayat ini aialah berkenaan dengan istri-istri Rasulullah saw. Yang memperolok-olok Ummu Salamah karena bentuk tubuhnya yang pendek. Dari Ibnu Abbas r.a., Ikrimah berkata bahwa Shafiyah binti Huyai Bin Akhtab (istri Rasulullah yang Yahudi) mendatangi Rasulullah saw. Dan mengeluh bahwa istri-istri Nabi mengejek dengan perkataan, “Wahai Yahudiyah binti dua orang Yahudi.” Nabi saw berkata kepadanya, “Jawablah mereka dan katakan,’Ayahku Harun, pamanku Musa, dan suamiku Muhammad.’”Lalu turunlah ayat ini.

Gambaran lainnya dari pemuliaan terhadap kaum ibu dalam al-Qur’an ialah Firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki dan orang-orang yang belum baligh diantara kamu, meminta izin kepadamu tiga kali (dalam satu hari), yang sebelum shalat subuh, ketika kaum menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan sesudah shalat isya. (Itulah) tiga aurat bagimu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu.Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian yang lain). Demikianlah Allahmenjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (An-Nur : 58)

Tafsir ayat ini jelas ketika Allah SWT menyuruh hamba-hamba-Nya yang beriman agar menyuruh para pelayan (budak-budak) mereka untuk meminta izin bila memasuki kamar-kamar tidur mereka, supaya tidak masuk mendadak, sedang mereka dalam keadaan tidak suka dilihat orang lain. Begitu pula terhadap anggota keluarga yang belum baligh agar minta izin tiga kali sehari semalam, yaitu sebelum sholat subuh, ketika meninggalkan pakaian luar mereka saat mau tidur siang, dan pada malam hari sesudah shalat isya (saat mereka membuka pakaian); dan tidak ada halangan pada selain waktu-waktu itu. Muqatil berkata bahwa sebab turunnya ayat ini ialah apa yang dialami Asthma’binti Murstid yang punya anak lelaki yang sudah dewasa dan seringkali memasuki kamar Asthma’(ibunya) pada kondisi yang ia tidak suka, lalu ia mendatangi Rasulullah saw. Dan berkata, “Pelayan-pelayan dan anak-anak kami yang sudah dewasa memasuki kamar-kamar tidur kami pada keadaan yang tidak kami sukai.” Lalu turunlah ayat ini. Begitullah “cara” al-Qur’an memuliakan kaum wanita, dengan langsung memberi jawaban atas permasalahan yang di hadapi.

19
Mar

Syukur dan Sabar, Kunci Kehidupan

Syukur dan Sabar, Kunci Kehidupan
Selasa, 29 November 2005 ( dari www.bmh.or.id )
Sosok manusia syukur yang ditampilkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an dengan sangat mencolok adalah Nabi Sulaiman as Nabi yang satu ini diberi kekuasaan dan kekayaan oleh Allah yang sangat besar. Kekuasaannya dapat menundukkan manusia, binatang, jin, bahkan angin. Kekayaannya tiada terhitung banyaknya.

Suatu saat Nabi Sulaiman ingin memindah singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba. Dia mengajak pengikutnya yang terdiri atas jin dan manusia untuk melakukan pekerjaan spektakuler itu. Seorang manusia shalih yang diberi ilmu oleh Allah berjanji mampu melakukan pemindahan itu dengan sangat cepat, sehingga dialah yang akhirnya ditugaskan oleh Sulaiman.

Nabi Sulaiman berhasil memindah singgasana itu dari Saba ke Palestina. Namun ia tak menyombongkan diri, misalnya mengatakan, “Kalau hanya pekerjaan begitu, anak buahku saja yang melakukannya. Aku tidak perlu turun tangan.” Ia justru berkata, “Ini adalah karunia dari Tuhanku untuk menguji aku. Apakah aku dapat bersyukur atau kufur?” Lalu ia berkata lagi, seperti terkisah dalam Al-Qur`an, “Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (An-Naml: 40).

Sosok manusia sabar yang diangkat sejarahnya dalam Al-Qur`an adalah Nabi Ayyub a.s. Nabi Ayyub dikaruniai harta berlimpah berupa kebun-kebun dengan aneka tanaman dan buah-buahan, juga berbagai macam binatang ternak. Lalu Allah mengujinya dengan cukup berat, yaitu seluruh hartanya ludes.

Nabi Ayyub juga ditimpa penyakit yang teramat parah. Seluruh daging di tubuhnya meleleh, kecuali lidahnya. Dan itu yang disyukuri karena berarti ia masih bisa berdzikir kepada Allah.

Orang-orang di sekitarnya menjauhi, termasuk istri-istrinya, kecuali seorang istrinya yang tetap merawat dengan setia. Anak-anaknya yang berjumlah sepuluh orang juga menjauh, atas permintaan Nabi Ayyub sendiri yang khawatir penyakit itu akan menulari buah hatinya.

Namun Nabi Ayyub tak pernah mengeluh. Dalam menanggung penderitaan itu, ia malah berujar, “Ya Tuhan, sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengasih dari semua yang pengasih.” (Al-Anbiyaa’: 83).

Ucapan yang sangat halus. Tersirat makna tawakkal luar biasa, seolah Nabi Ayyub berkata, “Kalau memang Tuhan ingin menyembuhkan, tidak sedikit pun kesulitan bagi-Nya. Tapi kalau memang Tuhan ingin membiarkan begitu, itu tidak lepas dari kasih sayang-Nya.”

Tuhan tentu sangat mengerti detakan hati hamba-Nya itu. Tuhan mengerti persis apa yang harus dilakukan terhadap Ayyub. Hanya dengan perintah menghentakkan kaki yang menyebabkan terpencar air panas dan dingin–air panas untuk mandi dan yang dingin untuk minum–maka sembuhlah secara sempurna. Tidak sedikit pun di badannya ada bekas luka, sampai sang istri pangling dibuatnya.

Kedua nabi Allah itu memiliki dua sifat yang sangat terpuji, yaitu syukur dan sabar. Selain pandai beryukur, Nabi Sulaiman juga cukup sabar menghadapi makhluk-makhluk yang beraneka ragam karakter dan pembawaannya. Sementara Nabi Ayyub, selain sabar luar biasa, juga dikenal pintar bersyukur dengan menyedekahkan kekayaannya kepada kaum dhuafa.

Pahit, tapi Membahagiakan

Tak berlebihan kalau dikatakan bahwa syukur dan sabar adalah kunci kehidupan. Kedua sifat tersebut dapat memformat kita untuk selalu berada dalam koridor keridhaan Allah.

Bersyukur, berarti menyadari realitas kehidupan bahwa betapa tak terhingganya nikmat dan karunia yang dicurahkan Allah kepada kita. Tentu saja rasa syukur itu tidak cukup dengan hanya dilafalkan dengan ucapan “Alhamdulillah”,  tapi juga harus ditampakkan pada realitas kehidupan kita yakni berupa pengabdian kepada Yang Memberi Karunia dan Kenikmatan.

Bersabar, berarti menyadari bahwa segala sesuatunya berada di bawah kendali kekuasaan Allah. Kita tidak memiliki kemampuan untuk mencegah dan menolak setiap musibah sehingga harus menerima itu semua sebagai ujian dan cobaan dari-Nya.

Etalase sejarah keteladanan Nabi Sulaiman, Nabi Ayyub, dan nabi-nabi yang lain adalah patron kehidupan. Memang sudah terlalu sulit menemukan manusia-manusia seperti itu di zaman sekarang ini. Namun paling tidak kita dapat menganut prinsip-prinsip kesyukuran dan kesabaran seperti yang dimiliki nabi-nabi tersebut.

Di dunia ini, setan senantiasa memberi iming-iming yang tampaknya begitu indah. Firman Allah, “Setan berkata, ‘Disebabkan Engkau telah memvonis aku sebagai makhluk sesat, aku akan hiasi apa yang ada di dunia ini sampai manusia memandang baik kemaksiatan dan aku akan menyesatkan semua orang kecuali orang yang telah mengikhlaskan dirinya.’” (QS. Al-Hijr: 39).

Beragam hiasan di dunia ini mempunyai daya tarik yang luar biasa. Padahal yang diperlukan untuk kehidupan fana ini sebenarnya sangatlah sedikit. Pakaian, makanan, kendaraan, dan sejenisnya sangatlah terbatas. Tapi kenapa kita terlalu serakah ingin memiliki semuanya? Itu berarti ada dorongan dan desakan dari luar diri kita. Kalau semua tuntutan itu dipenuhi, pada akhirnya akan menyiksa diri kita sendiri.

Itulah yang banyak kita lihat sekarang. Ketika ada kesempatan memperoleh banyak harta, disergapnya habis-habisan tanpa menyadari bagaimana seharusnya kita fungsikan harta itu. Jadilah dia orang kaya yang memanfaatkan harta semata-mata untuk menyalurkan nafsu setannya. Pada akhirnya orang semacam ini biasanya akan tenggelam dalam lembah kemesuman atau masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.

Lain sekali dengan sikap Nabi Sulaiman. Setiap mendapat tambahan harta atau kekuasaan atau karunia apa saja, ia selalu menyambutnya dengan, ”Ini adalah karunia dari Tuhanku, apakah aku bersyukur atau kufur.” Sikap ini menjadi pengaman dalam diri untuk tidak melakukan hal-hal yang di luar keridhaan Allah. Selalu tumbuh kesadaran bahwa apa yang ada di tangan kita bukanlah atas usaha dan kemampuan kita semata, tapi adalah karunia dari Tuhan yang harus digerakkan sesuai dengan petunjuk dan tuntunan-Nya.

Kisah Nabi Ayyub juga mengandung hikmah mendalam. Di kala ditimpa musibah, semestinya kita selalu menyadari bahwa di itu semua ada kemenangan yang menunggu. Manakala kita berhasil mempertahankan kesabaran, berarti kita telah mematahkan sendi-sendi pertahanan setan. Kenapa Nabi Ayyub lolos dari ujian berat yang ditimpakan kepadanya? Karena setiap mendapatkan ujian dia mengatakan bahwa, “Dia yang memberikan, Dia pula yang mengambilnya.”.

Allah menjelaskan dalam firman-Nya, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik sekali bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal sesuatu itu amat buruk bagimu.” (Al-Baqarah: 216).

Di situlah letak kelebihan orang yang pandai bersyukur dan bersabar sebagai manifestasi iman. Kata Rasulullah SAW, “Sungguh menakjubkan keadaan orang beriman itu karena semua keadaannya baik melulu. Hal seperti itu tidak akan didapati kecuali pada orang yang beriman. Yaitu apabila memperoleh nikmat karunia ia bersyukur, dan bersyukur itu baik baginya. Bila ditimpa kesusahan ia bersabar, dan sabar itu baik baginya.” (Riwayat Muslim).* (Suara Hidayatullah Jan’05/DHB).

18
Mar

sabar…

assalammualaikum..., dah lama nggak mood nulis di blog,
tapi barusan nemu tulisan bagus dari google, 
yang nulis namanya dahlia putri, pengen aja gw share disini >>

Begitu banyak Al-Qur'an memberi pelajaran tentang sabar. 
Tidak kurang dari tujuh puluh kali, 
Allah memerintahkan agar manusia selalu bersabar 
atas ujian dan cobaan yang menimpa. Bahkan Allah Swt 
memberi motivasi kepada setiap orang yang bisa bersabar 
dengan balasan yang tiada terkira.
   Dengan perilaku sabar Allah akan memberi berbagai 
keutamaan. 
Sebab memang perilaku sabar adalah sangat istimewa. Sabar
 menunjukkan
bahwa orang tersebut bisa memanage hatinya. Padahal memanage 
hati bukanlah 
pekerjaan yang mudah. Sabar adalah pekerjaan hati.
   Sebuah peribahasa menunjukkan bahwa betapa sulitnya 
memanage dan mengetahui keberadaan sebuah hati.
  " Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu. Luasnya
 laut selalu ada pantainya,luasnya hati tiada bertepi."
Karena itu, orang yang bisa bersabar apabila ditimpa dengan 
persoalan, maka sungguh Allah akan mengganti dengan berbagai
reward yang kadang-kadang kita tidak pernah menyangkanya. 
Sungguh Allah selalu bersama dengan orang yang sabar.
1. Orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang lebih baik.
 QS. An-Nahl (16) : 96
  Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi
Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan 
kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik 
dari apa yang telah mereka kerjakan.
Termasuk orang-orang yang bila dianiaya, ia membalas dengan 
kebaikan. Maka itulah orang yang sabar. Bahkan mereka akan
diberi balasan dua kali lipat berkat kesabarannya.
2. Orang yang sabar diberi pahala dua kali lipat.
QS. Al-Qashash (28) : 54
  Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran 
mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan
sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, 
mereka nafkahkan.
3. Orang yang sabar diberi pahala tanpa batas. 
QS. Az-Zumar (39) : 10
  Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, 
bertakwalah kepada Tuhanmu".
Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh 
kebaikan. 
Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-
orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa 
batas.
4. Orang yang sabar selalu bersama Allah. 
QS. Al-Anfal (8) : 46
  Dan ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah 
kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar 
dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah 
beserta orang-orang yang sabar.
5. Orang yang sabar adalah yang khusyu'.
QS. Al-Baqarah (2) : 45
  Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan 
(mengerjakan) shalat. 
Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali 
bagi orang-orang yang khusyu',
6. Orang yang sabar adalah yang benar imannya.                
 QS. Al-Baqarah (2) : 177
  Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat 
itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan 
itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-
malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang
dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak 
yatim, orang-orang miskin, musafir 
(yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-
minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, 
dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya 
apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempi-
tan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-
orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang 
bertakwa.
7. Orang yang sabar mempunyai kekuatan sepuluh kali lipat
QS.Al-Anfaal (8) : 65
  Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min itu untuk 
berperang. 
Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya 
mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada 
seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalah-
kan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang 
kafir itu kaum yang tidak mengerti.
8. Orang yang sabar memiliki sifat yang baik 
QS. Fushshilat (41) : 35
  Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kpd 
orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kpd
orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
Rasulullah saw, bersabda:
  "Sabar itu separuh dari iman"(HR.Abu Na'im,dari Ibnu Mas'ud)
Sungguh hebat perilaku sabar itu. Sehingga Allah Swt memberi-
kan begitu banyak reward bagi orang yang sabar.Maka pantaslah 
jika syarat utama bagi orang yang memiliki derajat taqwa adalah 
orang yang memiliki sifat sabar.
9. Sabar adalah identitas orang taqwa.
QS. Ali-Iimran (3) : 15-17
  Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih 
baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa 
(kpd Allah),pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di 
bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. 
Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta 
keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. 
(Yaitu) orang-orang yang berdo'a: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya 
kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliha-
ralah kami dari siksa neraka," (yaitu)orang-orang yang sabar, 
yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan 
Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Subhanallah..., sampai bergidik...semoga gw sekeluarga termasuk 
dalam golongan orang-orang yang bersabar...amien ya rabbal alamien...
special thx untuk dahlia putri yang sudah membuat tulisan yang 
sangat bagus ini...
27
Dec

persiapan wukuf…

Nggak sengaja nonton sctv, eh ada jurnal haji ( baru tau gitu deh, pdhal mustinya nonton dr kmrn2 yaa..) …liat suasana Mina dengan lantunan talbiyah…Labbaika Allahumma Labbaik. Labbaik La Shariika Laka Labbaik. Innal-Hamdah, Wan-Nimatah, Laka wal Mulk, La Shariika Laka…

duuuh, terharu…kepengen ada disana…, rindu banget ingin ke tanah suci…akhirnya langsung lah gw sms si Say…si Say lagi sibuk packing koper kecil ( hmm, pasti kangen sama gw tuh, secara gw selalu yg packing in.., hihi ) untuk berangkat ke Mina hari ini…

oh iya, semalam, kok bisa2nya..gak sengaja ketemu foto2 waktu gw haji kemaren…, iiihh…jadi tambah kangen sama si Say ku… hahahah…Dsc06818

ini waktu di depan supermarket bin dawood aziziyah, waktu nunggu jemputan mau ke rumah kak baihaqi, iihh.. kayaknya baru kemaren deh, eh tapi emang belum 1 tahun juga sih, pergi haji kan januari’06.

kondisi arra semalam puanaaassss buangetsss…, jadi jam setengah 4 pagi gw kasih lagi puyer penurun panasnya, jadinya hari ini bolos yoga lagi deh, sama kayak minggu lalu waktu ayuk panas, nggak yoga juga,…halaaahh…gawat nih, keseringan bolos bisa2 males nanti !!

mudah2an deh, arra mendingan hari ini, jadi rencana ke Bandung besok bisa terlaksana, lumayan kan hiburan untuk mereka ( atau untuk gw juga ? hehe…)

27
Dec

lonely…

berasa banget deh, sepiiii…., gak ada si Say…huhuhuhu…jadi ceritanya kita bertiga lonely banget…, tidur aja gw bertiga, biasanya kalo Say ku pergi sehari dua hari, gw sih tetep tidur di kamar gw, anak2 di kamar anak2, tapi sekarang, gw males banget tidur di kamar sendiri, soo teteuupp deh tidur bertigaan di kamar anak-anak, walaupun connecting door dibuka dan lampu di kamar gw dinyalain…hihihi…dah gitu, tiap malam susah banget gw tidur…yang ada kalo siang, ngantuk…nyebelin banget nyetir tapi ngantuk, mana parah banget lagi ngantuknya… ( tapi biar gitu, gw masih keukeuh, belum kepengen cari supir lagi..!! ) hehe…

mana barusan, ayuk dah tidur batuk2, trus melek tapi pandangannya kosong…batuk2 sampe muntah, untung gw dah prepare dengan baskom andalan he3…trus arra tadi juga gitu, ngomong gak jelas ( gw ngeri banget…kayak ngelindur gitu deh…biasa kalo panas kan suka gitu..)

oh iya, setelah hari ini susah banget untuk chatting, yahoo messenger, friendster, gmail…akhirnya tadi dan sampe sekarang nih, gw berhasil chatting dengan si Say ku, my darling yang nun jauh disana..( akhirnya agile nya kepake juga ya Say…alhamdulillah ), konon katanya efek dari gempa di Taiwan, fiber optic antara Taiwan dan Korea ada yg putus dan itu berefek ke Indonesia…( kasiiiaannn bener sih Indonesia… haha )

rencana ke Bandung tek tok hari Jum’at besok, sudah hampir pasti akan batal, sayang banget…anak2 nggak jadi ikut mami & daddy nya, yaaaa…. :-(

anyway…kayaknya diantara bertiga nih, yang paling lonely itu gw deehh…hauahauahahu… !!!! ( puaaassss..seeeeyyyy…!!! ) hihihi..

27
Dec

narciss…

hmm, nggak kerasa yaa…Fay ku itu sudah besar, hari ini dia dikuncir dua, dan gw perhatiin dia pegang2 terus itu kuncirannya diputer2 gitu, kira2 maksudnya supaya ikal / keriting..( gw suka liat cewek2 di mall sambil jalan suka gituin rambutnya, maksudnya biar ikal natural kali yaa…), terus…pulang dari dokter..( Arra demam tinggi..gantian aja tuh anak2 demam, jangan2 emang kangen berat sama papanya…) di kamar gw, Fay itu ngaca2 bolak balik, gw perhatiin sambil lalu aja…karena ayuk itu sudah mau tidur, kuncirannya kan dibuka…trus, sampe ngambil kursi segala biar ngacanya mantep kali yaa…lama2 dia bilang gini…"MAMA…AYUK MAU RAMBUT AYUK KERITIIINGGG…!!!"  ( sambil manyun gitu.. ngomongnya.. )  waduuuhh…, bingung gw, itu bukannya problematika anak ABG yaa…lah kok…si noni umur 5 tahun 5 bulan dah bisa sih mikirin hal kayak gitu…ampyuuunn….!!!

gw jadi inget cerita Anah semalam ( btw, rumah sepiiii, anah dah pulang kampung mau kawin, baliknya lagi tgl 11 januari !! ) katanya kalau ayuk nungguin mas Arra klab renang di cikal, kerjanya naik turun aja ke kamar mandi cewek…, sampe ditanyain orang2 disitu ngapain tuh anak mondar mandir ke bawah, ternyata ayuk bolak balik itu tuh mau ngaca, huauhauhauh…sumpeee lho.., gw baru tau…, trus semalam langsung gw tanya, katanya ayuk ngeliatin rambutnya di kaca… ( oh my GOD…!! speechless gw…!! )

trus gw jadi berusaha inget2, gw kecilnya gmn sih dulu…, asli… rasa2nya sih gw gak gitu2 amat kayak si ayuk…yang gw inget, waktu SD, mau sekolah gw di depan kaca, kesel banget…berusaha nyisir supaya rambut lurus ( emang rambut gw lurus sih..) maksudnya, nggak ada yang ciung sana ciung sini, harus lurus ke bawah…hihi.., tapi itu sih cuman karena salah potong rambut…haha…tapi bukan berarti kan, gw sih nggak ngerasa tuh kayak si ayuk gitu…hihi…berarti nurun siapa dong yaa..?!

trus itu anak2 kan lagi tergila2 dengan film disney, HIGH SCHOOL MUSICAL, lagunya emang enak2, kemaren pas ke SenCy gw beliin CD nya, lumayan lah sekalian melatih bahasa inggrisnya anak2…, nah kalo di rumah CD itu dipasang, ayuk nari2 kayak operet gitu ( tentu dengan arahan mas Arra, yiiuukkss…!! ), kalo di mobil, ayuk harus berdiri ( maksudnya sih supaya mukanya keliatan di spion, ayuk nggak puas kalo gak liat mukanya sendiri…hehe ) teteup kan, judulnya…NARCISS..!!!

26
Dec

reunion…

akhirnya, terlaksana juga ketemuan sama MIGO…, it’s been sooo looong ya go.., akhirnya kita ketemuan di coffee bean SenCy..so sorry for Rudi, jadi agak cengo’ nungguin kita ngobrol 2 jam yaa, untung Rudi baik banget hehe….P1000226_6

biasaa deh, anak2 banci tampil..mau ikutan foto2 terus ( mana go, foto yang kita berdua ?? email yaa..)

Untung oom Rudi ditemenin yaa sama Arra, hehe..atau siapa yang nemenin siapa yaa…hehehe…

P1000225 tuh kan, anak2 foto sama si oom Rudi nya…hehe…, mudah2an next time ketemu  lagi di Hamburg ya oom…hehehe…amien…

25
Dec

sedihnya…

Pulang ke rumah jam 8 malam, fayza masuk kamar gw, sambil tiduran di kasur langsung bilang, Telfon Papa maa…., trus abis itu terus2an dia bilang Papa Manaa..Papa Manaa…gimana nggak miris coba, secara kemaren dia santai banget, malah bilang, kenapa mas Arra nangis…kan ada mama..( hasil ocehan gw di copy sm Fay..hehe..) eh sekarang dia kena batunya, rindu berat sama si Say…, jadi si Say yang baru sampe Jeddah langsung gw sms, tapi si Say ku itu lagi sibuk urus jamaah, ibu Noerma…yang ‘risti’ ( resiko tinggi ) karena sudah tua, kurang sehat jadi harus pake kursi roda…katanya nggak ada jamaah yang bantuin ibu Noerma, gw bilang ya nggak papa, biar bu Noerma itu jadi ladang amal-nya si Say, kan alhamdulillah Mama sehat2 aja, jadi Say ku bisa urusin orang tua lain…

Fay sedih terus2an, malah bikin gw tambah sedih ( secara gw jg lagi struggle berusaha strong, karena seumur2, gw juga nggak pernah pisah lama2 sama si Say, hehe…), Arra juga ikut sedih deh, yaa gitu deh, akhirnya setelah dihibur2, dinasehatin, Fay ketiduran sambil masih sedih dan nangis….Arra juga susah banget untuk tidur, nggak bisa2 tidur, tanya2 terus tentang Papa…huhuhuhuhu…judulnya kita semua lonely gini nih….gak enak bangets….!!!

Mungkin itu juga yang bikin Fay nggak semangat renang tadi siang di Sheraton kali yee…, tumben2an mau buru2 udahan, sampe Arra marah2 karena bete jadi harus buru2 udahan…

24_des_06_134 liat aja tuh…nggak semangat kan mukanya…, poor baby…nggak biasa2nya banget…padahal saking senengnya les renang, walaupun di kasur, dia suka bergaya2 renang seperti lagi les…

hmm, mudah2an sedihnya anak2 nggak berlanjut deh, lupa juga suruh si Say jilat tengkuk anak2 sih kemaren…hehehe…percaya nggak percaya…sambil dijilat kan sambil didoain…hihihi…